Kamis, 15 November 2012

Perjuangan?

Suatu siang di hari Jumat dimana saya memakai komputernya untuk menulis di blog ini lagi. Seminggu kemarin adalah seminggu yang menyenangkan bercampur ketidaknyamanan. Menyenangkan karena saya mempunyai akhir pekan yang menyenangkan bersamanya, dan ketidaknyamanan karena empat hari saya harus bertahan tidak bertemu dengannya, tidak melihatnya, dan tidak mendengar tawanya. Saya hanya tidak nyaman jika harus jauh dari dia, meskipun hanya empat hari. Dan saya kemudian meragukan kemampuan saya untuk bisa melaksanakan hubungan jarak jauh dengannya.

Sebelum ia keluar kamar, ia membuat saya terdiam dengan pertanyaan "selama ini kamu berjuang apa untuk saya?" ketika saya mengungkapkan bahwa saya terharu dengan perjuangannya yang jauh-jauh kesini untuk menemani saya. Dan sampai detik ini saya berpikir, apakah memang saya selama memang kurang berjuang untuknya? Apakah saya selama ini kurang mbelani?
Ah, sungguh pertanyaan yang sangat sulit saya jawab, karena saya juga tak paham apa yang saya perjuangkan selama ini adalah memperjuangkannya atau bukan.

Ini sebenarnya masih merupakan awal segala yang akan kami lalui bersama. Ketika meyakinkan diri sendiri sudah saya lakukan, dan  kini saya sedang berjuang untuk meyakinkannya. Entah, saya bisa melakukannya atau tidak. Baru setelah itu semua selesai, kemudian tugas berat kami yang selanjutnya adalah meyakinkan orang-orang di sekitar kami.


Kamis, 08 November 2012

Sempit

Karena sebab sederhana, ia bisa dengan mudah membiarkan emosinya mengambil tempat, hanya untuk sesuatu yang tak disengaja dan diluar kendali saya. Dan saya terlihat mencari-cari alasan, hanya karena demi dia selama ini saya menjadi orang yang mencari-cari alasan kepada orang lain.

Tanpa menjadikan perbedaan agama sebagai kambing hitam, toh permasalahan akan selalu ada.

Rabu, 07 November 2012

Lebih dari cukup

Tiba-tiba pagi buta datang lagi. Entah sudah berapa kalinya saya merasakan hal ini sebelum merebahkan diri. Saya beruntung mencintai seseorang yang mencintai saya kembali. Saya beruntung memiliki seseorang yang tak lelah untuk menghandle saya. Dan saya beruntung dipertemukan dengan seseorang yang membuat hidup saya berwarna.

Kadang ia memang menyebalkan, tetapi saya tak pernah keberatan, karena saya akan jauh lebih keberatan jika tak ada dia.

Ia hanya tidak tau

Saya hanya berharap waktu akan menyadarkannya bahwa saya pantas diperjuangkan sepenuhnya, dan bukan setengah-setengah karena ia takut pada sesuatu yang tidak perlu dipikirkan secara serius sekarang, dimana ia dan saya masih dibawah 23 tahun namun telah berani membayangkan masa depan. Saya berharap ia pantang menyerah seperti saya nemperjuangkannya selama ini. Bukankah tidak ada orang yang senang diragukan? :')

Saya hanya bisa diam saat dihadapannya, ketika ia memeluk saya, dan mungkin segala amarah dan kata-kata yang tak tersampaikan berubah menjadi air mata. Ya, dia butuh waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri sebelum bisa yakin sepenuhnya dengan saya. Segala yang saya bisa katakan padanya adalah "saya tidak minta apa-apa dari kamu, berada disebelahmu lebih dari cukup untuk saya".

Ya, saya tak bisa membayangkan akan kehilangannya.

Ia hanya tidak tau saat tadi kami terjebak dalam gelap, saya bahagia karena ia adalah satu-satunya yang dengan jelas dapat saya lihat :')

Selasa, 06 November 2012

Tak cukup tangguh

Dan pembicaraan yang seharusnya tak perlu dibicarakan sekarang mengalir begitu saja antara saya dan dia. Seperti yang saya duga, dia tak cukup mental untuk menerima perbedaan. Dia memasukkan segala perkataan dan pendapat orang ke dalam pikirannya. Dan yang paling menyakitkan, dia tidak yakin dengan saya. Sementara saya terbiasa dengan perbedaan, dan bodohnya saya menaruh yakin dan harap padanya.

Kata mereka

Saya suka berada di tempat yang sangat tinggi sembari melihat segala apa yang ada di bawah saya. Di tempat yang begitu tinggi dimana tak lagi bisa terdengar suara kendaraan berlalu lalang, hanya terlihat hiruk pikuk kota dimana setiap orang memiliki masalah hidup masing-masing yang entah apa.

Saya juga menyukai berada di bawah air, menenggelamkan diri beberapa saat di dalam air dimana tak lagi terasa panas menyengat dan penatnya masalah.

Saya menyukai dua tempat tersebut lebih dari apapun, karena disana saya tak perlu mendengar perkataan orang lain yang merasa punya hak untuk berkomentar tentang hidup saya, dan segala yang saya dengar hanyalah kata hati.

Senin, 05 November 2012

Terlelap

Malam yang penuh pemikiran tentang berbagai hal, tentang berbagai harapan, dan perancangan masa depan yang terlalu berani saya buat di usia 20 tahun.

Dan ini adalah waktu yang lain dimana saya akan merebahkan diri pada malam-malam yang terlewat. Di dalam pejam ada rasa syukur yang teramat sangat untuk semua yang saya miliki, semua baik dan buruk hal yang terjadi dalam hidup saya, termasuk dia.

Nb: Di dalam lelapnya, ia hanya tak tau saya menulis hal ini