Rabu, 07 November 2012

Ia hanya tidak tau

Saya hanya berharap waktu akan menyadarkannya bahwa saya pantas diperjuangkan sepenuhnya, dan bukan setengah-setengah karena ia takut pada sesuatu yang tidak perlu dipikirkan secara serius sekarang, dimana ia dan saya masih dibawah 23 tahun namun telah berani membayangkan masa depan. Saya berharap ia pantang menyerah seperti saya nemperjuangkannya selama ini. Bukankah tidak ada orang yang senang diragukan? :')

Saya hanya bisa diam saat dihadapannya, ketika ia memeluk saya, dan mungkin segala amarah dan kata-kata yang tak tersampaikan berubah menjadi air mata. Ya, dia butuh waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri sebelum bisa yakin sepenuhnya dengan saya. Segala yang saya bisa katakan padanya adalah "saya tidak minta apa-apa dari kamu, berada disebelahmu lebih dari cukup untuk saya".

Ya, saya tak bisa membayangkan akan kehilangannya.

Ia hanya tidak tau saat tadi kami terjebak dalam gelap, saya bahagia karena ia adalah satu-satunya yang dengan jelas dapat saya lihat :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar